• Home
  • /
  • Tag Archives:  Reflection

Pemimpin, Dengarkanlah Saran Bawahanmu

Sebuah refleksi lagi, tentang kepemimpinan..

Kepemimpinan adalah sebuah seni

Belajar bersosialisasi dan berorganisasi memang nggak ada selesainya, dan selalu saja ada pelajaran di baliknya. Dalam sebuah organisasi, tentunya ada banyak orang dengan background yang berbeda. Alangkah baiknya bila pemimpin organisasi tersebut menempatkan setiap anggotanya di bidang yang sesuai, dengan demikian organisasi akan berjalan dengan baik.

Tapi tidak hanya itu, masih ada masalah lain. Seorang pemimpin, tentu saja bukan superman yang tau segala hal. Bisa jadi hal A lebih dikuasai oleh anggota Z, sedangkan pemimpinnya kurang mengetahui isi hal A tersebut. Itulah sebenarnya manfaat pembagian posisi dan tugas, sehingga masalah A tersebut dapat diselesaikan dengan baik oleh anggota Z, bukan oleh pemimpinnya.

Saya Marah

Meski tetap tersenyum, tapi..

Meski jarang menunjukkannya secara langsung di depan orang yang bikin saya emosi, tapi saya juga bisa marah loh sebenarnya. Saya cuma manusia biasa yang meski marah tetap mencoba untuk bersabar dan mengerti mengapa orang lain itu bertindak suatu hal yang membuat saya marah. Modelling, tetap menjadi salah satu cara saya untuk terus mencoba menjadi bijak.

Di luar itu semua, sekarang saya coba introspeksi diri dan membuat daftar apa saja hal yang biasanya membuat saya marah, setidaknya marah dalam hati.

Mencoba Semuanya, Buat Apa?

Saya adalah geek yang bukan sekedar geek..

Berada di depan laptop seharian kadang bisa jadi rutinitas saya. Ngapain? Kalau untuk akhir-akhir ini sih, memang harus garap skripsi, di mana topik skripsi saya adalah membuat program jejaring alumni kampus saya yang notabene baru ada alumni mulai tahun ini. Jadi mau nggak mau ya bisa seharian di depan laptop.

Tapi di luar masalah skripsi, memang hidup saya penuh dengan teknologi. Ya, saya ini geek. Dalam Wikipedia, istilah Geek punya banyak arti dalam rentang “a computer expert or enthusiast” sampai batas “a carnival performer who performs sensationally morbid or disgusting acts”. Di titik mana ke-geek-an saya ini?

Saya Bukan Jenius

Sekedar refleksi pribadi lagi..

Seminggu terakhir ini, saya ikuti sebuah aktivitas baru lagi bagi saya. Ya, benar-benar baru dan sama sekali nggak punya dasarnya. Sebuah aktivitas yang di luar keseharian saya sebagai tukang ketik orang IT. Bukan aktivitas main-main yang hanya akan berjalan sementara, tapi memang saya niatkan dengan investasi juga.

Dari aktivitas ini saya mengambil hikmah juga loh. Hikmah paling menancap di benak saya waktu pulang naek sepeda motor sambil mikir, adalah bahwa “saya bukanlah jenius”.

Kuliah Saya, Dulu dan Sekarang

Ya, sekarang saya sudah semester tua..

Kuliah nih

Lagi di kelas, ngelihat presentasi tugas kuis besar adek-adek angkatan, jadi ngerasa gimana gitu. Iseng-iseng saya membandingkan mereka dengan saya (yang dulu). Wah, mirip juga. Mereka sepertinya all out menghadapi tugasnya. Mereka fokus mengerjakannya, sehingga hasilnya juga patut dibanggakan.

Dulu saya juga seperti itu. Selesai kuliah, karena nggak ada hal lain yang menarik untuk dikerjakan, saya memilih untuk oprek-oprek tugas agar menjadi yang terbaik di kelas. Dengan senang hati dan fokus, saya kerjakan tugas saya. Entah itu tugas individu atau kelompok. Alhasil saya juga merasa puas dengan kerjaan saya, dan benar-benar mengerti kalau disuruh presentasi.

Hidup Harus Bermakna

Tulisan tengah malam yang baru keposting pagi gara-gara ketiduran..

Hidup harus bermakna..
Tanpa makna akan terasa hampa..
Hampa hanya menyiksa..
Siksa yang penuh lara..

Teman, pernahkah menjalani hidup datar begitu saja? Merasa nyaman? Atau hambar?

Nggak semua orang bisa dengan mudah menemukan makna hidupnya. Begitu juga dengan saya. Perlu waktu sekian tahun untuk jatuh sebelum bangkit kembali. Dari hidup tanpa makna, yang terasa hampa, begitu menyiksa, menjadi hidup yang penuh impian, harapan, tujuan, makna, dan senyuman.

56789