• Home
  • /
  • Tag Archives:  Reflection

Tentang Senyum Itu…

Salah satu kiat hidup saya saat ini

Pernahkah Anda mem-blame atau menyalahkan nasib bila Anda mengalami suatu keadaan yang mengecewakan Anda? Pernahkah Anda merasa bahwa takdir begitu jahatnya kepada Anda apa pun yang Anda lakukan? Atau, pernahkah Anda jatuh dalam suatu kondisi yang membuat Anda terpuruk sehingga merasa dunia begitu kejam kepada Anda?

Bayi tak pernah merasa sedih

Barusan saya membaca salah satu status teman, yang membuat saya terinspirasi untuk menulis ini. Bukan sepenuhnya karena perkataan teman tersebut, namun karena apa yang dia tuliskan membuka kembali sedikit ingatan saya tentang bagaimana saya bisa menjalani hari-hari dengan enjoy. Ya, hari-hari yang kini saya jalani.

Hujan Menggapai Pelangi

Karena ada hujan (rain) di dalam pelangi (rainbow)

Dia jatuh, memberi sejuta manfaat
Dia jatuh, menghapus debu beterbangan
Dia jatuh, menghadirkan suara merdu
Dia jatuh, memperpanjang umur kehidupan

Itu bukan tangisan
Itu bukan bencana

Sang hujan turun dari langit
Mencari jejak-jejak yang hilang
Sebuah keindahan dari alam
Ia, menggapai pelangi malam

– ketika mengharapkan pelangi datang di malam hari –

Welcome December!

Menjelang pergantian tahun

Menginjak akhir tahun ini, semakin banyak saja yang harus diselesaikan. Saking banyaknya, sampai membuat beberapa goal saya jadi ter-suspend hingga tahun depan. Yah, semua ini bisa diambil hikmah bahwa “kita berencana, Tuhan yang menentukan”. Selain itu, ada hikmah lagi bahwa “semua yang terjadi adalah yang terbaik yang Tuhan berikan”. Percaya, nggak?

Kalau saya, percaya! Karena ternyata yang saya alami sekarang ini juga masih tetap sejurus dengan salah satu goal saya. Goal yang ternyata targetnya menjadi semakin besar tanpa direncanakan. Dan yang pasti, jika goal ini benar-benar terwujud lebih cepat, maka goal yang lain pun akan mengikuti. Tentu saja, itu semua tidak akan bisa terjadi tanpa perjuangan keras. Dan perjuangan keras itu, akan mencapai puncaknya pada bulan Desember ini.

Akhir Tahun yang Padat

Perjalanan menjadi pengusaha sukses

Siapa bilang jadi pengusaha itu mudah? Siapa bilang jadi pengusaha itu tinggal ongkang-ongkang nunggu duit? Itu bisa terjadi sih, kalau usahanya sudah stabil. Dan alhamdulillah, saya belum mengalaminya. Saya justru sedang dalam masa terberat menjadi pengusaha, yaitu tahap memulainya.

Semenjak lulus dari kampus saya bulan Juli 2011 lalu, dengan terpaksa saya kehilangan seluruh tim inti Mimi Creative yang saya rintis karena suatu alasan pribadi. Akhirnya saya harus berjuang sendiri untuk mencari rekan-rekan seperjuangan yang sama-sama ingin berkembang pesat, menuju kesuksesan bersama sebagai sebuah tim. Saya ingin berlari, melesat, mencapai goal-goal saya.

Ketika Semua Berjalan Bersamaan

Hampir ngerasa nggak punya waktu luang..

Dulu, setidaknya waktu SMP dan SMA (yang saya ingat), keseharian saya setelah pulang sekolah atau waktu liburan, selalu diisi dengan main-main dan hiburan untuk diri sendiri. Mulai dari balapan ke Game Center langganan biar dapat komputer, nongkrong lama-lama di perpus langganan sambil nunggu buku inceran dikembalikan, seharian namatin game di rumah dan gak belajar. Kebanyakan semua isinya kesenangan untuk diri sendiri.

Sejak masuk kampus saya di Universitas Ma Chung, saya niat untuk berubah dan aktif di berbagai organisasi. Diawali dengan jadi anggota BEMU yang ternyata cukup menyita waktu luang namun penuh pengalaman, hingga saat ini terlibat di berbagai organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Otomatis, waktu saya juga harus saya bagi untuk organisasi yang saya ikuti.

Berkomunikasi yang Baik dan Menyenangkan Itu Susah

Sebuah pelajaran lagi hari ini..

Saya ini tipe kepribadian INTJ, yang saya tahu berdasarkan tes yang saya ambil sekitar 2 tahun yang lalu. Yang pasti, kemampuan interpersonal saya itu paling rendah sesuai tes kepribadian tersebut. Saya akui, memang kemampuan saya kurang dalam hal komunikasi.

Bukan karena saya ini diciptakan sebagai tipe pemikir, bukan karena saya terlahir dengan kemampuan kuat di logika, bukan juga karena takdir, tetapi mungkin karena belum terlatih saja. Sebab, sejak dulu saya lebih suka sendiri dan kurang suka berada di keramaian. Keseharian saya pun lebih banyak saya gunakan untuk berinteraksi dengan berbagai barang digital, yang menyebabkan saya jadi cukup geek juga.

45678