Entrepreneur, Web Developer, Public Speaker, Blogger, Dreamer
Jam segini, lagi ngobrol-ngobrol santai via Google Hangout, mendadak keinget mimpi semalam. Entah kenapa mimpi ini berkaitan dengan kondisi saya saat ini. Yang saya ingat hanya 2 cuplikan singkat, yang cukup membekas untuk direnungkan.
Yang pertama, saya bermimpi tentang seseorang yang sempat 10 bulan bersama itu. Dia sedang dibonceng sahabatnya di suatu jalan sempit, dan saya mengejarnya dengan motor di belakangnya. Entah kenapa, saya memutuskan untuk tak menyapanya saat menyalip. Setelah itu saya menghadapi jalan berkelok, dan ketika saya menoleh ke belakang, dia sudah menghilang.
Read MoreBaru beberapa hari di Solo, acara Asean Blogger Festival 2013, saya sudah menemukan hal menarik untuk ditelaah. Ceritanya, saya lagi mencoba mengamati 2 jenis orang yang memiliki background berbeda. Saya mencoba mengamati perbedaan sudut pandang mereka tentang acara ini.
Read MorePernah ngalamin nggak, ketika sudah berusaha melakukan segala usaha untuk mencapai sesuatu, kemudian ada yang bikin emosi atau apalah hingga muncul rasa jengkel yang sedemikian dalam? Pernah juga nggak, sudah sedemikian jengkelnya, tapi hanya mendapatkan sekedar kata “maaf” dari orang itu?
Saya, cukup sering. Dan itu dari banyak orang, gak cuma satu.
Apa yang saya lakukan setelahnya? Memaafkannya?
Read MoreTulisan ini sudah selesai saya ketik sejak 18 Maret 2013 kemarin, di mana saya sudah merasa mentok notok akan sesuatu hal. Tapi yang terpublish kali ini, sudah dalam hasil revisi.
Read MoreSaya gak tahu, yang namanya kepribadian itu berasal dari genetik, atau terpengaruh oleh lingkungan dan pengalaman hidup. Seseorang bisa saja memiliki sifat pendiam, suka memendam rahasianya sendiri, dan susah mencari teman. Ada lagi orang yang begitu ketemu orang baru, bisa langsung akrab. Yang mana kah Anda?
Gambar di bawah ini adalah hasil tes kepribadian saya, yang saya ambil secara online (gratisan) kira-kira waktu SMA. Hasilnya, saya INTJ. Ya! Saya, termasuk yang Introvert. Sejak kecil saya tergolong susah mencari teman. Berdiri di depan panggung dan dipandang sekian banyak tatapan mata itu “nggak aku banget”. Saya lebih suka di belakang, mengamati keadaan, sambil terdiam.
Read More
Recent Comments