Ma Chung Story – Part 1 – Dari Siswa Jadi Mahasiswa

Langkah awal sebuah perubahan

Prolog

Masa transisi setelah kelulusan dan wisuda bisa dibilang masa-masa galau buat sarjana baru. Saya pun demikian. Bingung antara keinginan langsung buka usaha, melanjutkan studi, atau ikut-ikutan cari kerja seperti kebanyakan teman-teman lainnya. Sebenarnya, sedikit banyak sih saya sudah merancang roadmap hidup saya ke depan. Tapi sebelum cerita tentang itu, saya lagi pingin nulis tentang cerita saya selama 4 tahun ini di Universitas Ma Chung Malang.

Post ini bukan untuk menyombongkan diri, bukan juga untuk ajak eksistensi. Sekali lagi, saya hanya ingin berbagi cerita.

Ehm, sebenernya saya pingin menceritakan sebagian dari rentetan post ini waktu wisuda, kalau-kalau saya diminta membawakan sambutan perwakilan mahasiswa. Tapi ternyata bukan jatah saya, ya sudah. Hehe…

Muhammad Fauzil Haqqi, S.Kom.

A New Beginning

7 Juli 2011. Di ulang tahun kampus saya yang ke-4 ini, secara resmi seuntai tali yang ada di topi wisuda saya, dipindah dari kiri ke kanan oleh Rektor. Yap, kata orang sih, kalau nggak wisuda ntar gelarnya kurang mabrur. Meski wisuda di kampus saya ini bisa dibilang tergolong cukup mahal, Alhamdulillah saya masih punya rejeki untuk bayar sebagian pakai uang saya sendiri.

Bersama keluarga, tapi kurang dua..

Alhamdulillah, 30 Juni 2011 kemarin secara resmi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ma Chung mengadakan yudisium untuk mahasiswanya. Saya termasuk dalam 63 mahasiswa yang teryudisium dengan predikat “dengan pujian”, anggap saja sama seperti Cum Laude di kampus lain lah. Dengan itu, secara resmi saya juga menyandang gelar S.Kom. di nama saya ini, yang awalnya panjang jadi tambah panjang.

Jadi Ketua (Teraklamasi) BloggerNgalam

Telat banget postingnya, maklum akibat skripsi…

Baru aja dapat amanah jadi pengurus AMA Indonesia cabang Malang, eh lha-da-lah, kok dapat amanah lagi. Tunggu, ini amanah apa bukan se? Perasaan saya sih bukan amanah, tapi jadi tempat sampah :-P. Gara-gara ketua sebelumnya mengundurkan diri yang alasan jelasnya sendiri saya belum tahu, terus gak ada lagi yang mau mencalonkan, jadinya sayalah yang teraklamasi menjadi ketua. Begini ceritanya.

Pas itu saya memang lagi ribet sama skripsi saya, jadi jarang buka milis yang gak ada hubungannya sama kepentingan skripsi saya. Eh ternyata, di milis BloggerNgalam lagi ada thread yang membahas pengunduran diri ketua lama karena suatu alasan, dan dibukalah pencalonan ketua baru. Setelah thread menjadi cukup panjang, saya baru buka dan baru sadar kalau saya ada di daftar calon ketuanya. What?

Ketika Semua Berjalan Bersamaan

Hampir ngerasa nggak punya waktu luang..

Dulu, setidaknya waktu SMP dan SMA (yang saya ingat), keseharian saya setelah pulang sekolah atau waktu liburan, selalu diisi dengan main-main dan hiburan untuk diri sendiri. Mulai dari balapan ke Game Center langganan biar dapat komputer, nongkrong lama-lama di perpus langganan sambil nunggu buku inceran dikembalikan, seharian namatin game di rumah dan gak belajar. Kebanyakan semua isinya kesenangan untuk diri sendiri.

Sejak masuk kampus saya di Universitas Ma Chung, saya niat untuk berubah dan aktif di berbagai organisasi. Diawali dengan jadi anggota BEMU yang ternyata cukup menyita waktu luang namun penuh pengalaman, hingga saat ini terlibat di berbagai organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Otomatis, waktu saya juga harus saya bagi untuk organisasi yang saya ikuti.

Berkomunikasi yang Baik dan Menyenangkan Itu Susah

Sebuah pelajaran lagi hari ini..

Saya ini tipe kepribadian INTJ, yang saya tahu berdasarkan tes yang saya ambil sekitar 2 tahun yang lalu. Yang pasti, kemampuan interpersonal saya itu paling rendah sesuai tes kepribadian tersebut. Saya akui, memang kemampuan saya kurang dalam hal komunikasi.

Bukan karena saya ini diciptakan sebagai tipe pemikir, bukan karena saya terlahir dengan kemampuan kuat di logika, bukan juga karena takdir, tetapi mungkin karena belum terlatih saja. Sebab, sejak dulu saya lebih suka sendiri dan kurang suka berada di keramaian. Keseharian saya pun lebih banyak saya gunakan untuk berinteraksi dengan berbagai barang digital, yang menyebabkan saya jadi cukup geek juga.

Pemimpin, Dengarkanlah Saran Bawahanmu

Sebuah refleksi lagi, tentang kepemimpinan..

Kepemimpinan adalah sebuah seni

Belajar bersosialisasi dan berorganisasi memang nggak ada selesainya, dan selalu saja ada pelajaran di baliknya. Dalam sebuah organisasi, tentunya ada banyak orang dengan background yang berbeda. Alangkah baiknya bila pemimpin organisasi tersebut menempatkan setiap anggotanya di bidang yang sesuai, dengan demikian organisasi akan berjalan dengan baik.

Tapi tidak hanya itu, masih ada masalah lain. Seorang pemimpin, tentu saja bukan superman yang tau segala hal. Bisa jadi hal A lebih dikuasai oleh anggota Z, sedangkan pemimpinnya kurang mengetahui isi hal A tersebut. Itulah sebenarnya manfaat pembagian posisi dan tugas, sehingga masalah A tersebut dapat diselesaikan dengan baik oleh anggota Z, bukan oleh pemimpinnya.