Terombang-ambing dalam perubahan
Prolog
Cerita ini melanjutkan bagian cerita sebelumnya, setelah saya masuk ke Universitas Ma Chung tercinta. Rasanya seperti terjadi begitu saja, yang kemarin sepertinya masih masa SMA, tiba-tiba sudah bertemu teman baru di sebuah universitas baru pula. Adaptasi besar-besaran perlu dilakukan.
Memang, salah satu alasan saya memilih sesuatu yang baru ini adalah untuk mencari teman-teman yang benar-benar baru pula. Saya sempat berpikir, kalau saya ikut teman-teman SMA saya yang lain, maka lingkungan saya nggak ada perubahan. Itu berarti saya akan sulit pula berubah. Sebab saya harus tetap menjadi diri saya yang sebelumnya, yang kuper dan punya teman itu-itu aja.




Baru aja dapat amanah jadi