Reportase Halal Bihalal Bersama BloggerNgalam

Sebuah acara pengakraban diri Blogger Ngalam

Sudah tradisi, setiap tahunnya salah satu komunitas saya ini mengadakan halal bihalal. Seingat saya, sejak pendirian Blogger Ngalam sendiri yang secara semi-resmi adalah 29 Desember 2007 lalu, ini ketiga kalinya saya mengikuti halal bihalal. Pertama kali ikutan waktu 2009 lalu, di Rumah Makan Kanton sebelum pindah ke oro-oro dowo. Kedua kali ikutan waktu 2010 di Rumah Makan Kanton yang sudah pindah oro-oro dowo. Yang ketiga ini, nggak pindah juga, tetap di Rumah Makan Kanton yang di oro-oro dowo.

Secara jumlah peserta sih, tahun ini lebih sepi daripada tahun-tahun sebelumnya. Mungkin salah satunya gara-gara pemerintah yang agak galau waktu menentukan tanggal lebaran kemarin itu, jadinya banyak jadwal kegiatan pribadi yang bentrok. Keluarga saya juga jadi salah satu korbannya kok. Beberapa acara jadi bentrok, dan malah ada yang dirombak total dari rencana awal. Yah, seperti peribahasa, rakyat berusaha, pemerintah yang menentukan. Haha…

Reuni Merah Putih – Alumni MIN Malang 1 Lulusan 2001

10 tahun nggak ketemu?

Sepertinya sekali lagi saya harus terima kasih kepada Mark Zuckerberg, berkat Facebook yang bisa mempertemukan para teman lama. Entah kenapa, lulusan SD saya waktu itu nggak ada buku kenangan. Jadi bener-bener susah tuh kalau mau mengontak teman-teman jaman seragam merah putih itu. Saya sendiri, alih-alih jadi seorang networker seperti sekarang, dulu saya adalah pemalu yang lebih suka berteman dengan orang itu-itu aja. Dan karena dulu kelas dibuat ranking pararel, saya yang hampir selalu masuk kelas unggulan, ya temannya itu-itu aja.

Berawal dari celetukan salah seorang teman untuk mengadakan buka bersama melalui wall di group Facebook, saya pun ikut nimbrung mendukung hal tersebut. Ya seperti bisa diperkirakan, acara seperti ini pasti tingkat koordinasinya berada pada level yang sangat rendah. Jarang ada teman yang mau take in charge, mengingat hubungan emosional antar teman SD itu masih belum terlalu kuat.

Terima Kasih #Oblong

Reportase sederhana dari seorang ketua teraklamasi

Dua kegiatan yang cukup besar sudah selesai dijalankan. Keduanya, dengan codename #oblong. Berawal dari tawaran kerjasama dari Tim Sharing Keliling untuk menggelar acara dadakan di Malang, ternyata ini menjadi sebuah langkah awal yang cukup baik. #oblong pertama digelar dengan mengikuti alur yang direncanakan oleh Tim Sharing Keliling dari salingsilang.com.

Eits, #oblong itu apa sih? #oblong = OBrolan BLOgger NGalam. Sebuah nama yang tercetus dari nama-nama serupa seperti #obeng (Obrolan BENGawan), milik komunitas blogger bengawan. Pemakaian nama #oblong itu pula yang mempermudah publisitas dan branding acara, terutama untuk hashtag Twitter.

Event Ramadhan Bersama BloggerNgalam

Bukan program kerja, tapi pekerjaan yang diprogram dadakan.. hehe..

Sebagai ketua teraklamasi periode ini, sudah tanggung jawab saya untuk terus menghidupkan komunitas non-profit ini. Salah satu caranya adalah dengan terus berkopdar dan membuat beberapa acara insidental. Kopdar-kopdar sederhana sudah dilaksanakan, yang belum adalah event insidental.

Nah, kebetulan kan ini sedang memasuki bulan Ramadhan. Secara dadakan pas beberapa hari sebelum Ramadhan, saya, Sandy, dan Yaniko berkopdar untuk bahas kira-kira bisa ngadain event apa nih. Setelah pembicaraan singkat yang cukup padat itu, diputuskanlah kita mengadakan lomba photoblog untuk Ramadhan ini. Untuk detailnya, bisa dilihat di sini.

Ma Chung Story – Part 3 – Tidak Ada Hitam, Tidak Ada Putih

Belajar berorganisasi dan titik tolak kepemimpinan diri

Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini:
Part 1 | Part 2

Prolog

Setelah melewati masa orientasi yang cukup panjang, akhirnya saya mulai juga perkuliahan di Universitas Ma Chung ini. Saya memang lulusan jurusan Teknik Informatika, yang awalnya di situ diberi nama Teknologi Informasi. Dengan kaprodi “sangar” yang sebenarnya termasuk kaprodi paling logis dan strict sekaligus baik yang pernah saya temui.

Kuliah tahun pertama, berlangsung begitu saja dan tak terlalu berkesan. Meskipun demikian, masih bisa diambil banyak hikmah dari situ. Salah satunya adalah…

Tidak ada hitam, tidak ada putih

Eksperimen : Squids in the Forest

Mendadak koki…

Lagi enak-enaknya nggarap kerjaan sendirian di rumah, tiba-tiba ada bunyi seseorang mengklonteng-klonteng pager. Sepertinya saya kenal tampangnya, tapi lupa namanya.Ya sudahlah. Orang itu ngasih sekresek dan bilang bahwa itu titipan buat nyokap. Yak, titipan yang cukup berat itu isinya cumi gedhe-gedhe. Saya bingung itu dari mana, tapi karena titipan, ya saya terima aja.

Nyokap pulang ke rumah, terus bilang kalau itu nitip teman yang lagi ke sendang biru. Ooooh, makanya kok banyak. Batin saya, siap-siap 5 hari makan cumi nih. Eh, belum selesai mbatin, bokap udah siap-siap eksperimen masak pertama, cumi goreng saos. Enak dan gurih sih.